Pemprov NTB Tetapkan Teluk Saleh sebagai Kawasan Konservasi, Pariwisata Berbasis Ekosistem Jadi Prioritas

Lipsus, NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengambil langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan kawasan laut dengan menetapkan Teluk Saleh sebagai kawasan konservasi. Kebijakan ini sekaligus menjadi penanda arah baru pembangunan pariwisata yang bertumpu pada perlindungan ekosistem, bukan eksploitasi jangka pendek.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-196 Tahun 2026 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi dan Perlindungan Hiu Paus di Perairan Teluk Saleh.

Penetapan ini menandai perubahan pendekatan pembangunan kawasan, di mana konservasi ditempatkan sebagai fondasi utama. Sementara itu, aktivitas ekonomi dan pengembangan pariwisata diarahkan untuk tetap berada dalam batas daya dukung lingkungan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari arah kebijakan Pemerintah Provinsi NTB dalam memastikan pembangunan berkelanjutan berbasis kekuatan ekosistem.

“Teluk Saleh tidak dibangun dari eksploitasi, tetapi dari perlindungan ekosistemnya. Di situlah letak daya saing dan keberlanjutan kawasan ini,” ujarnya.

Kawasan seluas 73.165,05 hektare itu dicadangkan sebagai kawasan konservasi berbasis spesies kategori taman yang melindungi habitat hiu paus (Rhincodon typus), termasuk area makan, pembesaran, hingga jalur pergerakan alaminya sepanjang tahun.

Melalui kebijakan tersebut, seluruh rencana pengembangan kawasan, termasuk studi kelayakan pariwisata, diwajibkan mengacu pada prinsip konservasi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Studi kelayakan harus mengikuti arah kebijakan konservasi, bukan sebaliknya,” tegas pria yang akrab disapa Aka tersebut.

Pendekatan ini dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan kawasan tidak mengorbankan ekosistem, melainkan menjadikan kelestarian lingkungan sebagai kekuatan utama dalam menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.

Pemprov NTB juga menilai kebijakan ini akan memberikan kepastian arah investasi sekaligus menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dengan fondasi konservasi yang kuat, Teluk Saleh diarahkan menjadi destinasi pariwisata berbasis ekosistem yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial