Sumbawa Raih Penghargaan Nasional, Bahasa Samawa Kian Diakui dan Dilestarikan

Sumbawa– Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 di Gedung Garuda PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Senin (25/5/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam melestarikan bahasa daerah melalui kebijakan pendidikan, penguatan budaya lokal, serta pelibatan masyarakat dan generasi muda dalam menjaga bahasa ibu agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Atip Latipulhayat, mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti. Kabupaten Sumbawa tercatat sebagai salah satu dari 27 kabupaten/kota di Indonesia yang menerima penghargaan bergengsi tersebut.

Berdasarkan Surat Kemendikdasmen Nomor 10498/B/MDM/BS.00.02/2026 tertanggal 18 Mei 2026, penghargaan diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai aktif mendukung program revitalisasi bahasa daerah terhadap 105 bahasa dan dialek yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa upaya pelestarian Bahasa Samawa mendapat perhatian dan pengakuan di tingkat nasional.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh satuan pendidikan untuk terus memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui proses pembelajaran maupun berbagai kegiatan kebudayaan di sekolah,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas dan warisan budaya yang harus dijaga keberlangsungannya oleh generasi muda.

“Bahasa daerah merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat Sumbawa. Melalui pendidikan, kami ingin memastikan Bahasa Samawa tetap hidup, dikenal, dan digunakan oleh generasi muda di Tana Samawa,” tegasnya.

Kebanggaan Sumbawa dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026 juga bertambah melalui penampilan Tiara Ulya Salsabila, siswi SD Negeri 4 Sumbawa, yang dipercaya mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat di tingkat nasional.

Partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa upaya pelestarian bahasa daerah di Kabupaten Sumbawa tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui keterlibatan aktif pelajar sebagai generasi penerus budaya daerah.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan akan terus memperkuat berbagai program pelestarian bahasa dan budaya lokal melalui sekolah, komunitas budaya, serta kegiatan pendidikan berbasis kearifan lokal agar Bahasa Samawa tetap lestari dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumbawa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial