Sumbawa – Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu sentra pemasok hewan kurban terbesar di Nusa Tenggara Barat. Pada momentum Iduladha 1447 Hijriah tahun 2026, ribuan sapi dan kerbau asal Tana Samawa dikirim ke berbagai daerah di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban.
Di tengah tingginya permintaan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan seluruh ternak yang dipotong maupun dikirim ke luar daerah telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat sehingga aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, Syaifuddin, mengatakan populasi ternak di Kabupaten Sumbawa masih sangat melimpah. Berdasarkan data tahun 2025, jumlah sapi mencapai 317.528 ekor, kerbau 29.672 ekor, kambing 48.258 ekor, kuda 11.441 ekor, dan domba sebanyak 921 ekor.
“Pada Iduladha tahun ini sebanyak 8.395 ekor sapi dan 984 ekor kerbau telah dikirim ke luar daerah,” ungkap Syaifuddin kepada Liputan Sumbawa, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, pengiriman sapi terbesar dilakukan melalui Pelabuhan Empang dengan kategori PUD sapi sebanyak 951 ekor. Selain itu, ternak asal Sumbawa juga dikirim ke berbagai daerah seperti Kota Mataram sebanyak 3.531 ekor, Lampung Tengah 303 ekor, Lampung Timur 61 ekor, Sulawesi Selatan 49 ekor, hingga Sumedang sebanyak 94 ekor.
Sementara untuk ternak kerbau, sebanyak 984 ekor juga telah diberangkatkan ke luar Nusa Tenggara Barat guna memenuhi kebutuhan hewan kurban di sejumlah daerah.
Di balik tingginya angka pengiriman tersebut, petugas kesehatan hewan terus melakukan pengawasan secara intensif. Setiap hewan kurban wajib menjalani pemeriksaan ante mortem sebelum dipotong dan pemeriksaan post mortem setelah penyembelihan.
Pemeriksaan ante mortem dilakukan untuk memastikan ternak dalam kondisi sehat, tidak cacat, memiliki kondisi fisik yang baik, serta memenuhi syarat umur kurban. Petugas juga mengambil sampel darah guna memastikan hewan bebas dari penyakit berbahaya yang dapat menular ke manusia.
“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ternak bebas dari penyakit zoonosis seperti surra dan antraks,” jelasnya.
Setelah penyembelihan, pemeriksaan dilanjutkan dengan mengecek kondisi karkas dan organ dalam guna memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman. Organ yang ditemukan tidak layak konsumsi langsung dipisahkan dan dimusnahkan sesuai prosedur kesehatan veteriner.
Berdasarkan data hingga 26 Mei 2026, jumlah hewan kurban yang telah dipotong di Kabupaten Sumbawa mencapai 2.390 ekor. Terdiri dari 1.782 ekor sapi, 60 ekor kerbau, 546 ekor kambing, dan 2 ekor domba.
“Seluruh hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan hewan kurban yang dipotong dalam kondisi sehat dan layak konsumsi,” tegas Syaifuddin.
Data juga menunjukkan Kecamatan Unter Iwes menjadi wilayah dengan jumlah pemotongan hewan kurban terbanyak, yakni mencapai 313 ekor. Disusul Kecamatan Alas Barat sebanyak 276 ekor dan Kecamatan Sumbawa sebanyak 220 ekor.
Dengan populasi ternak yang besar, kualitas kesehatan hewan yang terjaga, serta tingginya permintaan dari berbagai daerah, Kabupaten Sumbawa kembali membuktikan diri sebagai salah satu lumbung ternak dan pemasok utama hewan kurban di Nusa Tenggara Barat maupun Indonesia.














