Lipsus – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya merilis temuan awal investigasi terkait tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Insiden yang terjadi pada 27 April 2026 itu disebut berlangsung sangat cepat, hanya dalam rentang waktu sekitar 3 menit 43 detik sejak kecelakaan pertama hingga tabrakan antarkereta terjadi.
Berdasarkan kronologi awal, peristiwa bermula saat sebuah taksi listrik mogok di perlintasan sebidang JPL 85 dan tertemper KRL relasi Bekasi–Cikarang. Setelah kejadian itu, warga mulai berkerumun di sekitar lokasi sehingga perjalanan KRL lain terganggu dan akhirnya berhenti di jalur. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tetap melintas hingga akhirnya menabrak rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengungkapkan masinis KA Argo Bromo Anggrek sebenarnya telah melakukan pengereman sejak sekitar 1,3 kilometer sebelum lokasi tabrakan setelah menerima informasi adanya insiden di depan jalur. Namun jarak dan waktu yang sangat terbatas membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
Temuan investigasi juga menyoroti persoalan sistem persinyalan. KNKT menyebut sinyal untuk KA Argo Bromo Anggrek saat itu masih menunjukkan warna hijau meskipun terdapat hambatan di depan berupa KRL yang berhenti. Kondisi tersebut kini menjadi salah satu fokus utama penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan adanya kegagalan sistem atau komunikasi operasional di lapangan.
Peristiwa tragis itu menyebabkan belasan korban jiwa dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Polda Metro Jaya juga masih terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa puluhan saksi dari berbagai pihak, mulai dari korban, petugas operasional kereta, hingga pengemudi kendaraan yang terlibat di perlintasan sebidang.
Publik pun kini menanti hasil akhir investigasi KNKT yang diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kecelakaan sekaligus menjadi evaluasi besar bagi sistem keselamatan perkeretaapian nasional.
Sumber: Antara














