MotoGP Mandalika 2026 Buka Peluang bagi SDM Lokal, UMKM Raup Keuntungan

Lombok Tengah, Lipsus – MotoGP Mandalika 2026 tak hanya menjadi ajang balap motor kelas dunia. Gelaran yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit itu juga membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, meningkatkan aktivitas UMKM, dan mendorong sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemerintah Provinsi NTB menilai keberhasilan penyelenggaraan MotoGP tidak cukup diukur dari kelancaran balapan dan jumlah penonton. Peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta manfaat ekonomi bagi masyarakat juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pengalaman penyelenggaraan MotoGP pada 2025 menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan pada tahun ini. Pembenahan dilakukan di berbagai sektor, mulai dari transportasi, pengaturan lalu lintas, kebersihan, penyediaan informasi, hingga kenyamanan masyarakat dan wisatawan.

Hal itu disampaikan Iqbal saat mengunjungi para jurnalis di Media Centre Indonesia bersama Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Ketua Dekranasda NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal, Minggu (11/10/2026).

Tenaga Lokal Mulai Tembus Ajang Internasional

Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian adalah semakin besarnya keterlibatan tenaga lokal dalam penyelenggaraan ajang internasional.

Pada 6 Oktober 2026, Gubernur NTB bertemu dengan empat perwakilan marshal lokal, yakni Vincent Wijaya dari Kota Mataram serta Samsuri Ramdan, Doni Indrawan, dan Irdiansyah Yusuf dari Lombok Tengah.

Vincent menjadi salah satu contoh tenaga lokal yang memperoleh kesempatan lebih luas setelah terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP di Mandalika. Pengalaman tersebut membawanya menjadi marshal di Sirkuit Sepang, Malaysia, serta terlibat dalam ajang Formula E di Jakarta.

Iqbal menyebut, keterlibatan tenaga lokal kini semakin besar, termasuk dalam pekerjaan teknis yang sebelumnya banyak dikerjakan tenaga asing.

“Dulu, untuk ngecat sirkuit itu harus dikerjakan bule-bule. Sekarang 100 persen orang lokal. Dulu marshal asli Lombok itu minoritas. Sekarang setelah diberi kesempatan, mereka bahkan dipakai di sirkuit lain, di ajang internasional lainnya,” kata Iqbal.

Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman MotoGP 2026, Troy Reza Warokka, juga menyampaikan bahwa seluruh volunteer dan marshal yang terlibat pada penyelenggaraan tahun ini berasal dari NTB. Mereka mendapatkan pembinaan dan pelatihan untuk memenuhi standar penyelenggaraan ajang internasional.

Ratusan UMKM Manfaatkan Momentum MotoGP

Dampak kegiatan juga dirasakan pelaku usaha lokal. Sebanyak 134 UMKM berpartisipasi dalam Bazar Mandalika, sedangkan 500 UMKM dari 10 kabupaten/kota di NTB terlibat dalam Lombok Sumbawa Festival (LSF).

Kegiatan tersebut menjadi ruang pemasaran bagi produk lokal, termasuk kuliner, sekaligus memperkenalkan usaha masyarakat kepada pengunjung.

Salah seorang pedagang makanan, Lian, mengaku bersyukur karena dagangannya mendapat sambutan baik selama kegiatan berlangsung.

“Alhamdulillah, jualannya lancar. Nasi sudah sampai empat kali kita masak,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Yuni, menceritakan pengalamannya saat pertama kali berjualan pada penyelenggaraan MotoGP. Dengan modal awal Rp2 juta, ia mengaku mampu memperoleh hasil penjualan hingga Rp10 juta saat berjualan pada Sabtu dan Minggu.

Sementara itu, Indra menyebut pendapatannya meningkat sekitar lima hingga enam kali lipat selama kegiatan berlangsung.

Pengalaman para pedagang tersebut menunjukkan adanya peluang peningkatan pendapatan selama MotoGP. Namun, besaran dampak ekonomi secara keseluruhan masih menunggu hasil pengukuran yang lebih menyeluruh.

Hunian Penginapan Penuh, Penumpang Shuttle Meningkat

Aktivitas pariwisata juga terlihat dari tingkat hunian akomodasi selama periode MotoGP. Di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, tingkat hunian hotel, penginapan, dan homestay dilaporkan mencapai 100 persen.

Hunian akomodasi di Senggigi juga dilaporkan penuh, sedangkan tingkat hunian di Kota Mataram mencapai sekitar 95 persen. Sementara itu, Lombok Timur, Lombok Utara, dan sejumlah wilayah lainnya mencatat rata-rata tingkat hunian di atas 60 persen.

Dari sisi transportasi, jumlah penumpang shuttle bus selama dua hari pertama penyelenggaraan turut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, jumlah penumpang tercatat sebanyak 1.149 orang. Angka tersebut naik menjadi 1.806 orang pada 2026, atau bertambah 657 penumpang dengan kenaikan sekitar 57,2 persen.

Pada hari pertama, jumlah penumpang meningkat dari 325 menjadi 533 orang. Sementara itu, pada hari kedua, jumlahnya naik dari 824 menjadi 1.273 orang.

Kelancaran mobilitas juga didukung kesiapsiagaan Dinas Perhubungan bersama unsur kepolisian dan TNI yang bertugas di sejumlah jalur. Pada hari pertama penyelenggaraan, kondisi lalu lintas dilaporkan kondusif.

Budaya Lokal Ikut Diperkenalkan kepada Pengunjung

MotoGP Mandalika 2026 turut menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya NTB kepada pengunjung.

Museum tematik di kawasan sirkuit menampilkan Sekardiyu, patung kuda berusia ratusan tahun dari koleksi Museum Negeri NTB. Pertunjukan budaya dan festival kuliner juga melengkapi pengalaman pengunjung selama berada di kawasan Mandalika.

Selain itu, program Students Go to Paddock memberikan kesempatan kepada 50 siswa dan 10 guru dari sejumlah sekolah di Pulau Lombok untuk mengenal lebih dekat penyelenggaraan balap motor internasional.

Untuk mengukur dampak MotoGP secara lebih menyeluruh, Badan Pusat Statistik (BPS) sedang melaksanakan survei komprehensif terkait penyelenggaraan tahun ini. Hasil survei tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran berbasis data mengenai pengaruh kegiatan terhadap perekonomian dan sektor lainnya.

Bagi NTB, keberhasilan MotoGP Mandalika tidak hanya terletak pada berakhirnya balapan dengan lancar. Kesempatan bagi tenaga lokal untuk berkembang, meningkatnya aktivitas usaha masyarakat, bergeraknya sektor pariwisata, serta perbaikan kualitas pelayanan publik menjadi bagian dari manfaat yang perlu terus diperkuat.

Melalui evaluasi dan pembenahan berkelanjutan, penyelenggaraan MotoGP diharapkan dapat menjadi modal bagi NTB untuk semakin siap menjadi tuan rumah kegiatan internasional sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Sumber: Kominfotik NTB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *