Kematian Haji Oma Dinilai Janggal, Keluarga Desak Polisi Segera Olah TKP dan Periksa Saksi

Oplus_131072

Sumbawa, Lipsus—Kematian Kepala Desa Terpilih Lantung Sepukur, M. Dahlan alias Haji Oma, yang meninggal dunia pada Sabtu (10/10/2026) dini hari di RSMA Sumbawa, menyisakan tanda tanya bagi pihak keluarga. Menilai ada kejanggalan, keluarga almarhum resmi melaporkan kasus tersebut ke Polres Sumbawa dan mendesak penyidik segera mengusutnya secara menyeluruh.

Keluarga meminta kepolisian tidak hanya memeriksa saksi, tetapi juga segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara komprehensif untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum Haji Oma meninggal dunia.

Yosy Larian, S.Sos., yang mewakili pihak keluarga, menegaskan bahwa laporan tersebut merupakan upaya untuk mendapatkan kejelasan atas kematian almarhum. Pihak keluarga berharap seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan fakta.

“Pertama, kami mendukung pihak Kepolisian Resor Sumbawa untuk segera bekerja. Kami mendesak kepolisian segera melakukan pemasangan garis polisi di TKP awal sebelum korban dibawa ke RSMA Sumbawa,” tegas Yosy.

Menurutnya, olah TKP menjadi langkah penting untuk memastikan fakta-fakta di lokasi kejadian dapat terungkap. Keluarga juga meminta penyidik memanggil dan memeriksa seluruh saksi yang berada di lokasi maupun mengetahui peristiwa tersebut.

“Semua saksi yang berada di TKP harus dipanggil untuk dimintai keterangan agar persoalan ini terang benderang. Kami berharap kepolisian bekerja secara profesional, objektif, dan ilmiah melalui scientific crime investigation, dengan olah TKP yang komprehensif demi keadilan bagi almarhum,” ujarnya.

Keluarga menegaskan, mereka ingin seluruh pertanyaan dan dugaan kejanggalan yang muncul sejak kematian Haji Oma dapat dijawab melalui proses hukum yang jelas. Mereka berharap penyidik bergerak cepat mengumpulkan bukti, menelusuri kronologi kejadian, serta mengungkap fakta yang sebenarnya.

Meski demikian, dugaan kejanggalan yang disampaikan keluarga masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan kepolisian. Karena itu, hasil pemeriksaan saksi dan olah TKP dinilai penting untuk memastikan penyebab serta rangkaian peristiwa yang berujung pada meninggalnya Haji Oma.

Sementara itu, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini melalui Kasi Humas Polres Sumbawa, IPTU Zainal Arifin, mengonfirmasi bahwa kasus tersebut sedang ditangani Satreskrim Polres Sumbawa.

“Penyidik sudah memeriksa beberapa saksi yang ada di lokasi bersama korban,” ujarnya.

IPTU Zainal menambahkan, perkembangan lebih lanjut akan disampaikan berdasarkan informasi dari Satreskrim Polres Sumbawa.

Kini, keluarga menunggu langkah konkret penyidik untuk mengungkap fakta di balik kematian Haji Oma. Mereka berharap penanganan perkara ini berjalan terbuka dan setiap pertanyaan yang muncul dapat dijawab berdasarkan bukti, bukan spekulasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *