Rupiah Diprediksi Sentuh Rp18.000 per Dollar AS, Tekanan Global dan Perang Timur Tengah Jadi Pemicu

Lipsus – Nilai tukar rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan berat dan berpotensi menembus level Rp18.000 per dollar Amerika Serikat pada pekan depan. Prediksi tersebut muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian global, memanasnya konflik di Timur Tengah, hingga tingginya permintaan dollar AS di pasar domestik.

Sejumlah analis menilai pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor eksternal dan internal. Konflik Iran dan ketegangan geopolitik global membuat investor cenderung memburu aset aman seperti dollar AS. Kondisi itu membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, terus tertekan.

Bank Indonesia bahkan telah mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah yang sempat menyentuh rekor terlemah di kisaran Rp17.745 per dollar AS.

Selain faktor global, tingginya kebutuhan dollar AS di dalam negeri juga disebut menjadi penyebab tekanan terhadap rupiah. Permintaan valuta asing meningkat karena pembayaran utang luar negeri perusahaan, repatriasi dividen, hingga kebutuhan perjalanan haji masyarakat Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah mulai menyiapkan aturan baru terkait devisa hasil ekspor sumber daya alam yang mewajibkan eksportir menempatkan dana mereka di bank dalam negeri. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu memperkuat rupiah dalam jangka menengah.

Meski demikian, pelaku pasar masih mewaspadai volatilitas tinggi dalam beberapa hari ke depan. Jika tekanan eksternal belum mereda, rupiah diperkirakan masih berpotensi bergerak mendekati level psikologis Rp18.000 per dollar AS.

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial