AS dan Iran Beri Sinyal Positif Akhiri Perang, Sebut 4 Poin Berpotensi Disepakati

Lipsus – Amerika Serikat dan Iran mulai menunjukkan sinyal positif untuk mengakhiri konflik berkepanjangan yang pecah sejak Februari 2026. Dalam perkembangan terbaru, kedua negara disebut tengah menyusun kerangka kesepakatan awal yang diharapkan menjadi pintu masuk menuju perdamaian permanen.

Pembicaraan damai tersebut disebut telah menghasilkan sejumlah kemajuan, meski beberapa isu krusial masih menjadi perdebatan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut Teheran tengah menyiapkan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) sebelum negosiasi final dilakukan dalam 30 hingga 60 hari ke depan.

Ada empat poin utama yang disebut berpotensi masuk dalam kesepakatan damai AS-Iran.

Pertama, soal program nuklir Iran. Amerika Serikat meminta komitmen nyata dari Teheran terkait penghentian pengayaan uranium tingkat tinggi. Namun Iran menegaskan isu nuklir belum masuk dalam kesepakatan awal dan baru akan dibahas dalam tahap lanjutan setelah perjanjian dasar ditandatangani.

Kedua, pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital dunia itu menjadi salah satu titik paling sensitif dalam negosiasi. AS mendesak agar akses pelayaran dikembalikan normal seperti sebelum perang, sementara Iran sebelumnya bersikeras kapal asing harus mendapat izin militer Iran. Dalam proposal terbaru, Iran disebut mulai membuka peluang mengaktifkan kembali jalur perdagangan tanpa hambatan besar.

Ketiga, pencairan aset Iran yang dibekukan. Sebagai bagian dari proposal damai, AS dikabarkan siap mencairkan aset Iran senilai 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp442 triliun yang selama ini diblokir di sejumlah bank luar negeri.

Keempat, pencabutan blokade dan sanksi ekonomi. Iran menginginkan penghapusan pembatasan maritim serta pelonggaran sanksi sebagai imbalan atas deeskalasi konflik dan normalisasi jalur perdagangan internasional.

Sebelumnya, konflik antara AS dan Iran memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz sempat mengguncang perdagangan minyak dunia dan memicu kekhawatiran krisis ekonomi global.

Meski belum mencapai kesepakatan final, sinyal positif dari kedua pihak memunculkan harapan baru bahwa perang yang telah menelan banyak korban dan mengguncang stabilitas kawasan itu bisa segera berakhir.

Sumber: Okezone News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial