Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas Rp67 Triliun, Pemerintah Klaim Program Tetap Optimal

Lipsus, Jakarta – Pemerintah pusat resmi memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada APBN 2026 dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Kebijakan ini disebut sebagai langkah efisiensi yang diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto agar pelaksanaan program tetap berjalan efektif tanpa mengurangi manfaat bagi masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pemangkasan tersebut dilakukan untuk memperbaiki tata kelola dan pengelolaan belanja program MBG. Pemerintah menilai masih terdapat ruang penghematan tanpa mengganggu tujuan utama program, yakni memastikan kebutuhan gizi pelajar tetap terpenuhi.

Dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026, Purbaya menegaskan bahwa evaluasi dilakukan agar program unggulan pemerintah itu semakin tepat sasaran dan efisien. Ia menyebut Presiden sedang menghitung skema terbaik agar penghematan anggaran tidak berdampak pada kualitas layanan makan bergizi bagi siswa sekolah.

Meski anggaran dipangkas Rp67 triliun, realisasi program MBG hingga April 2026 terus menunjukkan peningkatan. Pemerintah mencatat penyaluran anggaran telah mencapai Rp75 triliun dengan jumlah penerima manfaat sekitar 61,96 juta orang. Selain itu, sebanyak 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terlibat dalam pelaksanaan program di berbagai daerah.

Kebijakan pengurangan anggaran ini juga menjadi sinyal bahwa program MBG tetap terbuka terhadap evaluasi publik dan pengawasan pemerintah. Langkah efisiensi disebut sebagai bagian dari strategi menjaga kesehatan fiskal negara di tengah besarnya kebutuhan pembiayaan program prioritas nasional pada 2026.

c/Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial