Sumbawa, Lipsus–Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, menegaskan bahwa Program Kartu Sumbawa Pintar (KSP) Tahun 2026 bukan hanya sebatas penyaluran bantuan pendidikan. Program tersebut merupakan investasi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mencetak generasi unggul yang akan menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
Penegasan itu disampaikan Bupati Jarot saat menyerahkan Kartu Sumbawa Pintar kepada ratusan mahasiswa penerima beasiswa di Ruang Sidang Utama H. Madelaoe ADT, Senin (20/7/2026).
“Hari ini kita tidak hanya menyerahkan sebuah kartu. Yang kita tanam adalah harapan, kesempatan, dan masa depan anak-anak Sumbawa. Ini adalah investasi terbesar yang bisa dilakukan pemerintah untuk daerah ini,” tegas Jarot.
Berdasarkan laporan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sumbawa, Pemerintah Kabupaten Sumbawa pada tahun 2026 mengalokasikan anggaran sebesar Rp7.547.050.000 untuk 459 mahasiswa penerima beasiswa Kartu Sumbawa Pintar.
Selain itu, Pemkab juga menganggarkan Rp2.782.500.000 untuk melanjutkan kerja sama pendidikan tahun kedua dengan Universitas Mataram bagi 15 mahasiswa, terdiri atas 10 mahasiswa Program Studi Kedokteran dan 5 mahasiswa Program Studi Farmasi.
Menurut Jarot, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Sumbawa tidak akan membawa kemajuan apabila tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.
“Sumbawa memiliki lahan yang subur, laut yang luas, dan sumber daya alam yang melimpah. Tetapi semua itu tidak akan memberikan manfaat sebesar-besarnya jika anak-anak kita tidak memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujarnya.
Ia menekankan, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari lahirnya generasi cerdas hingga ke pelosok desa.
“Terangnya Sumbawa bukan karena lampu di kantor pemerintahan, melainkan karena lahirnya anak-anak desa yang berpendidikan dan mampu menjadi penerang bagi kampung halamannya,” katanya.
Bupati juga memastikan pemerintah daerah akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Jarot turut menanggapi berbagai kritik terhadap sejumlah program strategis daerah, seperti Sumbawa Hijau Lestari dan Satgas Perlindungan Hutan. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari dinamika demokrasi, namun tidak akan mengurangi komitmen pemerintah menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami tetap konsisten membangun Sumbawa, baik melalui peningkatan kualitas lingkungan maupun kualitas manusianya. Semua itu demi masa depan daerah yang lebih baik,” tegasnya.
Jarot menjelaskan, kehadiran Kartu Sumbawa Pintar juga menjadi langkah memperkuat tata kelola beasiswa agar lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran, sehingga bantuan pendidikan benar-benar diterima mahasiswa yang berhak.
“Kartu ini bukan sekadar alat administrasi, apalagi ATM. Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah agar mahasiswa dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kerja terdidik di Sumbawa akan terus meningkat seiring hadirnya berbagai proyek pembangunan dan investasi, termasuk pembangunan Sekolah Terintegrasi SMP-SMA di Dusun Selang, Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, serta pembangunan Sekolah Rakyat yang didukung penuh oleh pemerintah pusat.
Menutup sambutannya, Bupati Jarot mengajak seluruh penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.
“Belajarlah dengan tekun, bangun karakter yang kuat, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Tau Samawa. Ketika sukses nanti, pulanglah dan bangun daerah ini. Jadilah generasi yang membawa cahaya bagi Sumbawa,” pungkasnya.














