Sumbawa, Lipsus–Semangat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah terus digaungkan di Kabupaten Sumbawa. Setelah menghadiri pembukaan MPLS di SMPN 1 Labuhan Badas, Tim Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat Pembinaan SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melanjutkan kunjungan ke SMPN 5 Sumbawa Besar, Senin (13/7/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin Deni Gemulya dari Subdit Sarpras Direktorat Pembinaan SMP Kemendikdasmen bersama Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Junaidi, serta Kasi Sarpras Fitrayuddin. Kehadiran rombongan disambut antusias oleh guru dan siswa baru yang sedang mengikuti rangkaian MPLS.
Dalam kesempatan itu, Deni berinteraksi langsung dengan 17 peserta didik baru. Ia mengajak para siswa memandang sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar serta mengembangkan potensi diri.
Menurutnya, pelaksanaan MPLS harus menjadi momentum membangun rasa percaya diri peserta didik, bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah. Setiap siswa, kata dia, berhak memperoleh perlakuan yang sama tanpa rasa takut maupun dikucilkan.
Deni juga mengingatkan pentingnya membangun budaya sekolah yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menegaskan seluruh warga sekolah harus bersama-sama mencegah segala bentuk perundungan atau bullying agar lingkungan pendidikan benar-benar menjadi ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak.
“Setiap anak harus merasa terlindungi ketika berada di sekolah. Tidak boleh ada ruang bagi tindakan perundungan dalam bentuk apa pun,” tegasnya.
Suasana haru menyelimuti kegiatan ketika Deni menanyakan apakah terdapat siswa yatim piatu di antara peserta MPLS. Seorang siswa kemudian mengangkat tangan. Tanpa ragu, Deni menghampiri dan memeluk siswa tersebut sebagai bentuk dukungan moral sekaligus penyemangat agar tetap optimistis menjalani pendidikan.
Tak berhenti di situ, Deni juga memberikan bantuan secara pribadi kepada siswa tersebut. Sikap spontan itu menjadi bukti bahwa perhatian terhadap peserta didik tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan sarana pendidikan, tetapi juga lewat kepedulian dan empati kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan.
Kunjungan Tim Kemendikdasmen bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa diharapkan mampu memperkuat implementasi MPLS Ramah di sekolah-sekolah, sekaligus menumbuhkan budaya saling menghormati, peduli, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif bagi seluruh peserta didik.














