,

Kebakaran Landa Ruang Produksi Oksigen RSUD Sumbawa

Lipsus, Sumbawa–Kebakaran yang terjadi di ruang sentra produksi oksigen RSUD Sumbawa, Senin (15/6/2026) malam, sempat memicu kekhawatiran. Pasalnya, kobaran api muncul di lokasi yang menyimpan peralatan dan tabung oksigen, sehingga berpotensi menimbulkan bahaya lebih besar apabila tidak segera ditangani.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, mengatakan pihaknya menerima laporan dari petugas rumah sakit sekitar pukul 19.55 WITA.
“Begitu menerima informasi, personel Peleton 3 langsung bergerak ke lokasi. Tim tiba sekitar pukul 20.00 WITA dan segera melakukan upaya pemadaman,” kata Sahabuddin.
Saat petugas tiba, api telah menghanguskan mesin sentra produksi oksigen yang berada di salah satu ruangan rumah sakit. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat adanya tabung oksigen di sekitar lokasi kebakaran.
Menurut Sahabuddin, personel Damkar tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya ledakan yang dapat memperparah situasi.
“Anggota bekerja dengan prosedur khusus karena lokasi kebakaran berada di fasilitas produksi oksigen. Keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pemadaman juga didukung oleh respons cepat pihak PLN yang segera memutus aliran listrik di area terdampak. Langkah tersebut dinilai sangat membantu petugas dalam mengendalikan api.
Sebelumnya, petugas RSUD yang pertama kali mengetahui kebakaran sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun karena api terus membesar, bantuan dari Damkartan pun segera diminta.
Dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Berkat kerja sama petugas Damkar, pihak rumah sakit, PLN, dan warga sekitar, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 20.45 WITA.
“Sekitar pukul 20.45 WITA api berhasil dipadamkan dan situasi dapat dikendalikan dengan aman. Setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang membahayakan, personel kembali ke markas,” tutur Sahabuddin.
Akibat kejadian tersebut, satu ruangan yang digunakan sebagai sentra produksi oksigen dilaporkan mengalami kerusakan berat. Mesin produksi oksigen beserta sejumlah tabung yang berada di dalam ruangan turut terdampak kebakaran.
Hingga saat ini, nilai kerugian masih dalam pendataan karena peralatan yang terbakar merupakan milik pihak ketiga yang bekerja sama dengan RSUD Sumbawa. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat ruang yang terbakar merupakan fasilitas penting yang menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial